Saturday, March 24, 2007

Fungsi Shutter dan Aperture dalam Mengontrol Exposure

Pada waktu kita ingin mengambil gambar dengan kamera film atau kamera digital, film atau sensor harus terkena cahaya secukupnya sesuai dengan expose yang kita inginkan untuk gambar tersebut. Kamera mempunya dua kontrol untuk mengatur hal ini yaitu shutter speed dan aperture(kenapa hanya dua, karena kamera film kita tidak biasa dengan seenaknya menganti film jika film belum habis). Konsep kerja dari shutter speed dan aperture ini hampir sama dengan kerja mata manusia.


Shutter

Prinsip kerja Shutter adalah menahan sinar yang masuk agar tidak mengenai film sampai kita mrnekan tombol shutter, kita tombol ditekan maka tirai shutter akan terbuka selama waktu tertentu yang ditentukan, sehingga film mendapatkan cahaya secukupnya.


Lamanya tirai shutter terbuka inilah yang disebut dengan shutter speed, kita dapat mengontrol lamanya sebuah tirai terbuka.


Jika shutter lebih lama terbuka maka cahaya lebih banyak yang masuk, sedangkan jika shutter lebih cepat tertutup maka cahaya yang masuk lebih sedikit.


Aperture.

Sebelum cahaya mengenai film maka cahaya harus melewati sebuah lubang yang terbuka yang di sebut Aperture. Besaran lubang yang terbuka ini disebut dengan F-STOP. Besaran angka F-Stop ini disebut dengan F-Number,

Pada standar fotografi makin kecil F-Number berarti lubang yang terbuka lebih besar, jika lubang yang terbuka lebih besar maka akan lebih banyak cahaya yang akan masuk mengenai film atau sensor.

Aperture sering juga disebut dengan diagframa.


Shutter speed

Adalah berapa lamanya tirai shutter terbuka, shutter speed 1 detik akan menghasilkan gambar yang lebih terang dari pada shutter speed 1/1000 detik.

Setengah detik shutter speed lebih gelap 1 Stop dari shutter speed satu detik.

shutter speed 1/30s lebih terang 2 stop dari shutter speed 1/125 begitu seterusnya.

shutter speed 1/250 akan lebih gelap 3 stop dibandingkan dengan shutter speed 1/30









Aperture Number(F-Stop)

Adalah angka yang menunjukkan seberapa besar lubang aperture terbuka.

Angka semakin kecil pada f-number berarti makin besar sebuah shutter speed terbuka, sebaliknya jika f-number semakin besar justru lubang yang terbuka semakin kecil.

F2.8 akan menghasilkan gambar lebih terang daripada F4


F2.8 lebih terang 1 stop dari F4

F5.6 akan lebih gelap 2 stop dari f2.8

F5.6 akan lebih terang 3 stop dari f16










berikut ini fnumber dengan perbedaan 1 stop


f1 f1.4 f2 f2.8 f4 f5.6 f8 f11 f16 f22 f32 f45 f64


Menyeimbangkan shutter speed dan Aperture

Untuk menghasilkan gambar yang baik kita perlu menyimbangkan shutter speed dengan bukaan aperture, untuk itu kita perlu mengetahui sifat atau efek perbedaan angka dari shutter speed dan efek akibat besar kecilnya bukaan diagframa.

Shutter speed yang lambat kita akanbisa mendapatkan motion atau efek gerakan jika memotret obyek yang bergerak, juga ada kemungkinan foto menjadi buram karena terjadinya guncangan akibat tangan kita yang tidak stabil. Shutter speed yang cepat dapat menciptakan obyek yang membeku tidak bergerang(freezing).

Bukaan F-Stop yang besar akan mengakibatkan Deep Of Field(ruang tajam) yang tipis. Sedangkan F-Stop yang kecil akan menghasilkan DOF yang luas.

Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar dibawah ini.





Untuk gambar pertama foto tajam dikeseluruhan, tapi menjadi blur karena goncangan tangan yang susah menyangga kamera tetap stabil pada shutter speed 1/4 detik. Begitu pula untuk gambar 2 yang agak blur tapi tidak separah gambar 1, sedangkan gambar 3 karena shutter speed 1/250 detik dia tidak blur karena goncangan tetapi blur karena f-stop 2.8 memiliki Deep Of Field(DOF) yang tipis.

4 comments:

Abdi said...

Halo Had, baru tau ternyata lu doyan moto2 :D
Mau minta penerangan dikit ttg aperture. Untuk bukaan f-stop yg besar, maka akan menghasilkan gambar yg tajam pd objek yg jatuh pada fokus kamera, sedangkan yg lainnya akan menjadi blur (seperti contoh di gambar ke-3 f2.8)
Bisa dijelasin gak secara logika knp bisa terjadi seperti itu? Gue penasaran aja, krn secara logika gue, klo bukaan f-stop-nya semakin besar mestinya kan daerah objek yg ketangkap kamera mestinya semakin luas juga, tapi kok hasilnya malah blur ya?
Thanks before ;)
-abdi-

Pigura Perjalanan said...

thank you, nambah dech ilmunya dari sini .. ^.^

Anonymous said...

manteb mas..! ilmu banget
saya repost di bsi photoart community ya mas...!

Anonymous said...

Sy coba jawab logika mas Adi #Coba aja mata mas di cipitin setengah dari bukaan mata normal, pasti sangat susah untuk melihat fokus terhadap satu objek yang mas inginkan (setengah bukaan mata = bukaan diafragma sempit = nilai F besar) jadix penglihatan seakan2 semuax blur, begitu juga sebalikx, coba mata mas di buka dalam posisi normal, pasti akan sangat mudah melihat fokus pada satu objek yg mas inginkan (bukaan mata normal = bukaan diafragma lebar= F nilai kecil) kira2 begitu prinsip kerja bukaan diafragma pada kamera.